Bpk Pariwisata di Pesta
Kemarin saya pergi ke acara kawinan temen sekantor saya, Nina. Dari rumah jam 12, tiba di Aceh Sepakat jam setengah satu. Karena saya sendiri, mungkin agak aneh buat sebagian orang. Tapi saya sih cuek aja.
Pesta adat Aceh. Pelaminannya kuning keemasan, dan kedua pengantin berdiri di panggung, kelihatan sedang mengobrol. Saya masuk. Di sebelah kiri pagar ayu, di sebelah kanannya pagar bagus (bagus-bagus memang ! :p~~ )
Saya masuk dan duduk di daerah sebelah kiri, di belakang barisan pagar ayu. Di situ ada Intan, yang jadi penerima tamu. Dia sedang gantian jaga sama yang di luar. Makan dulu.
Setelah mengambil sedikit kue dan segelas air buah, saya kembali ke tempat duduk. Intan juga sudah mau kembali ke depan, menunaikan tugas mulia. Ya kan Tan? Hehhehe....
Celingak celinguk. Mana sih, kok muka-muka yang saya harapkan tidak muncul juga? Sms dari baba masuk, katanya minta dijemput. Bah! Cembetol aja, orang sudah di pesta juga.
Pas lagi celingak-celinguk begitu, tiba-tiba muncul seraut tampang ke-arab2an, berkumis. Alamaakkk.....!!
Ingat kan cerita saya ketika GA 187 balik ke Medan dan saya ganti pesawat ke GA 190? Waktu di GA 190 itu saya duduk di tengah, sebelahan sama bapak-bapak yang kerja di Dinas Pariwisata Provsu. Nah, itu dia! Muncul di pestanya Nina. Namanya Pak R.
Dia juga kelihatan surprise ada saya di situ. Haduh........... malasnya, begitu pikir saya. Nanti pasti saya harus basa-basi lagi sama dia. Saya lalu berdiri, mau lihat-lihat jajanan lagi. Daripada bengong dan juga menghindari dihampiri sama Bapak tadi. Soalnya dia kelihatan melirik-lirik terus ke tempat duduk saya, daripada nanti datang dia....
Saya ke barisan jajanan di sebelah kanan. Lalu ngobrol-ngobrol sama Unyak. Gak lama, si Nurul sama suaminya masuk. Nah, ada juga muka yang ‘menenangkan’ begitu pikir saya. Langsunglah kami berbincang-bincang yang tak jelas.
Tahu-tahu Pak R itu sudah nongol di depan mata. Masih dengan senyum ramahnya (yang menurut saya agak kelewatan ramah).
“Hei.... apa kabar?”
“Baik pak..” saya menyunggingkan senyum. Halaqhh...
“Ini siapanya?” katanya nunjuk ke pelaminan.
“Oh, dua-duanya teman saya...”
“Kalau saya, orang tuanya ini teman sma saya...” timpalnya lagi.
Hah??!! *Gubraks* Matilah kita.
“Sama siapa???” tanya nya lagi sambil mMatanya melihat-lihat ke kanan kiri saya. Cari siapa sih Pak?
“Sendiri saja Pak.”
“Sama! Saya juga sendiri..” sahutnya cepat sambil nyengir-nyengir lagi.
So? Kenapa rupanya? Cembetol ajalah bapak ini..! Rrrrrrrr...............
Bapak ini ramah atau kelewatan ramah ya? Sekedar kilas balik, waktu di pesawat, saya terpaksa mengeluarkan novel karena dia “terlalu semangat” mengajak ngobrol. Sampai waktu turun dari pesawat, dan ketemu lagi sama bapak R ini di bawah, saya dikenalkan dengan anak perempuannya yang jemput dia di bandara. Habis itu saya langsung cabut, cari jalan lain biar gak kepentok dia.
Udah gitu, kira2 bulan lalu, saya dan rekan kantor ketemu dia di tempat makan. Dia naik avanza baru, sama sopirnya. Waktu itu dia bilang ke teman saya kalau dia kenal saya dia pesawat. Harusnya sih fine aja, cuma jangan terlalu excited napa?
Habis ambil minuman, dia pergi ke depan. Dia nyanyi dengan diiringi band kawinan.
Komentar Nurul, “Idih, suaranya gak nyambung.”
Lalu setelah nyanyi dua lagu, dia turun dan tahu-tahu sudah ada lagi di dekat kita. Hhhh...... Saya gak ingat betul apa lagi yang dikatakannya, tapi saya asal jawab aja dengan, “Gak nyanyi lagi, pak.”
Maksudnya biar dia segera pergi dari dekat saya. Dia tertawa-tawa lagi dan pergi ke depan.
Habis itu saya yang diledekin sama teman-teman saya. Gara-gara bapak pariwisata tadi. Huh... Borjong lah! :)
.........

uam lagi mikiin cara apa yah yang paling sesuai untuk ngerjain bapak tuw..
keranjingan kalee dia keknya
Posted by: u'aM | January 22, 2007 04:26 AM
kok gw jadi mikirin si pager bagus itu yah hihihihi
Posted by: dahlia | January 10, 2008 04:20 AM